Bisnis

Emas Lebur: Arti, Proses, Susut, dan Cara Mencatat Stoknya

Hugo YAW 08 Oktober 2026
Emas Lebur: Arti, Proses, Susut, dan Cara Mencatat Stoknya

Emas lebur adalah emas hasil pencairan perhiasan bekas, rusak, atau tidak laku menjadi bahan baku lagi. Di toko emas bahan ini biasa disebut emas rongsok, bahan lebur, atau lantakan. Harganya tidak mengikuti cap kadar yang tertera di perhiasan asalnya, karena yang dipakai adalah hasil uji kadar setelah semuanya cair jadi satu.

Apa itu emas lebur dan apa saja sebutannya

Perhiasan yang sudah tidak layak dijual biasanya dikumpulkan dulu di laci. Saat cukup banyak, tumpukan itu dicairkan jadi bongkahan atau batang polos, dan inilah yang disebut emas lebur atau emas leburan.

Sebutannya beda beda tergantung daerah dan siapa yang bicara. Toko menyebutnya emas rongsok atau bahan lebur saat masih berupa perhiasan rusak. Setelah dicairkan dan dicetak, namanya jadi lantakan atau emas cukim. Menurut situs Pegadaian, emas cukim adalah batangan yang dilebur dari perhiasan bekas dan dicetak ulang tanpa sertifikat resmi, hanya cap berat dan kadar dari toko pembuatnya. Blog Indogold menyebut leburan yang sudah dimurnikan sampai sekitar 99,5 persen dengan istilah olho atau emas bulat mangkok, dari bentuk cetakannya.

Kenapa toko memilih melebur

Ada tiga alasan yang paling sering muncul. Pertama, model tidak laku. Cincin motif lama bisa menahan modal bertahun tahun, padahal emasnya bisa dijadikan model baru yang cepat berputar.

Kedua, rusak berat. Rantai putus di banyak titik, cincin gepeng, atau anting yang hilang pasangannya. Ongkos servisnya kadang lebih mahal daripada nilai yang bisa diselamatkan, jadi lebih masuk akal dilebur.

Ketiga, kadar campur. Barang buyback dari pelanggan datang dengan kadar macam macam, dari 375 sampai 916, kadang capnya pun tidak sesuai isi. Menyimpannya di stok jualan berisiko, karena kamu tidak yakin persis apa yang kamu jual. Arti tiap kode kadar dibahas di kode emas 375, 420, 700, 750, 916.

Ke mana biasanya dilebur

Toko kecil biasanya menyetor ke tukang lebur atau pengrajin langganan. Hasilnya bisa diambil sebagai bahan siap pakai, atau langsung dibuatkan model pesanan. Tukang lebur juga sering merangkap penilai kadar dengan batu uji dan air uji.

Untuk jumlah besar atau kalau mau kadar murni bersertifikat, jalurnya ke refinery atau jasa pemurnian. Di Indonesia yang paling dikenal adalah unit Logam Mulia milik Antam. Prosesnya lebih lama dan ada biaya pemurnian, tapi hasilnya emas murni dengan kadar yang jelas.

Prosesnya dari toko sampai bahan kembali

Alur emas lebur dari toko sampai bahan kembali: dipisah per kadar, ditimbang, dilebur, diuji kadar, dibayar atau ditukar bahan

1. Dipisah per kadar

Perhiasan dikelompokkan dulu: 375 sendiri, 700 sendiri, 750 sendiri. Kalau dicampur, hasilnya kadar tanggung yang harus disetel lagi dengan emas murni atau campuran, jadi ongkosnya bertambah dan kadarnya makin sulit ditebak. Batu dan bagian non-emas dilepas sebisanya.

2. Ditimbang dan dicatat

Tiap kelompok ditimbang sebagai berat kotor keluar, pegangan kamu waktu bahan kembali. Timbang di depan tukang lebur kalau bisa, lalu minta tanda terima.

3. Dilebur

Emas dipanaskan sampai cair, kotoran diikat dengan boraks lalu dibuang, hasilnya dituang ke cetakan. Situs Raja Emas Indonesia menyebut titik leleh emas murni sekitar 1.064 derajat Celsius.

4. Diuji kadar hasilnya

Setelah dingin, bongkahan diuji ulang. Angka inilah yang menentukan nilai, karena cap awal sudah tidak berlaku setelah semuanya menyatu.

5. Dibayar atau ditukar bahan

Kamu menerima uang sesuai berat bersih dan kadar hasil uji, atau bahan dengan berat setara untuk dibuat perhiasan baru. Rumus lengkapnya ada di bagian harga di bawah.

Lebur emas pakai apa

Alatnya secara umum ada tiga: sumber panas berupa tungku atau burner gas, wadah tahan panas yang disebut krus atau kowi dari grafit atau tanah liat, dan boraks sebagai pengikat kotoran. Kalau kamu mencari cara melebur emas sendiri di rumah, artikel ini sengaja tidak memuatnya. Panasnya di atas 1.000 derajat, uapnya berbahaya, dan salah sedikit emasnya ikut hilang.

Susut lebur: berapa persen dan kenapa

Susut lebur adalah selisih antara berat kotor yang kamu setor dan berat yang kembali. Sebagian besar yang hilang memang sejak awal berupa bahan selain emas: patri di sambungan, sisa lem batu, kotoran, debu poles, dan logam campuran yang terbakar. Emasnya sendiri ikut berkurang sedikit karena ada yang menempel di kowi atau terbawa ke terak, jadi susut tidak pernah nol.

Tidak ada patokan resmi untuk besarnya susut lebur. Cincin polos tanpa sambungan susutnya kecil sekali. Rantai dengan banyak titik patri atau perhiasan yang batunya dilem susutnya jauh lebih besar, karena patri dan lemnya ikut tertimbang waktu setor. Kalau kamu belum pernah, setor kelompok kecil dulu supaya ada patokan untuk barang serupa berikutnya.

Cap kadar yang tidak jujur lain lagi ceritanya. Beratnya bisa saja kembali hampir utuh, tapi kadar hasil ujinya jatuh. Contohnya, 100 gram cap 750 kembali 98 gram dengan kadar 70 persen. Yang 2 gram itu susut berat, yang 5 persen itu bukti capnya kelebihan. Dua duanya perlu dicatat di baris yang berbeda, dan tukang lebur yang baik mau menjelaskan kenapa angkanya segitu.

Harga emas lebur ditentukan kadar hasil uji

Harga lebur emas berapa? Jawabannya tidak bisa satu angka, karena rumusnya berat bersih hasil lebur dikali kadar hasil uji dikali harga emas murni hari itu. Dua angka pertama baru ketahuan setelah dilebur, dan yang ketiga berubah tiap hari. Jadi harga emas leburan hari ini selalu mengikuti harga emas murni hari ini, tinggal dipotong sesuai kadar hasil uji.

Yang perlu diingat, cap 750 di perhiasan asal tidak otomatis jadi 75 persen di hasil lebur. Tulisan di Terminal Mojok dari pengalaman toko memberi contoh: perhiasan rusak berat dengan cap kadar 70 persen biasanya dihargai toko dengan hitungan kadar 65 sampai 68 persen, karena toko memakai harga leburan, jaga jaga kalau barang itu akhirnya harus dilebur. Setelah benar benar dilebur dan diuji, angka hasil uji itulah yang dipakai.

Kalau mau perkiraan cepat, masukkan berat dan kadar taksiran ke kalkulator emas di situs ini, lalu bandingkan dengan angka yang keluar setelah uji kadar.

Cara mencatat stok yang dikirim lebur

Ini salah satu bagian yang sering bikin selisih stok. Barang keluar dari laci rongsok tanpa tercatat, lalu tiga bulan kemudian waktu opname beratnya tidak ketemu. Padahal barangnya memang sudah jadi cincin baru di etalase.

Catat setoran lebur sebagai satu transaksi tersendiri, terpisah dari penjualan, dengan empat angka ini:

  • Berat kotor keluar per kelompok kadar, sesuai timbangan saat menyetor.
  • Berat bersih dan kadar hasil uji, sesuai yang dilaporkan tukang lebur.
  • Susut berat, selisih berat kotor keluar dan berat bersih kembali, ditulis sebagai pengurang stok yang beralasan supaya tidak dianggap hilang.
  • Yang kembali: uang atau bahan dalam gram, beserta tanggalnya.
Contoh catatan satu setoran emas lebur: berat kotor keluar, berat bersih dan kadar hasil uji, susut berat, dan bahan yang kembali

Selama bahan belum kembali, posisinya adalah piutang emas dalam gram di tangan tukang lebur. Pencatatannya mirip dengan utang emas dalam gram ke supplier, hanya arahnya terbalik. Kalau catatan ini rapi, waktu stok opname kamu tinggal mencocokkan, dan kalau ada angka yang meleset, langkah mencarinya ada di selisih stok toko emas.

Satu kebiasaan kecil yang menolong: di laci rongsok, tulis asal tiap barang, misalnya nomor nota buyback-nya. Kalau hasil uji satu setoran jatuh jauh di bawah cap, kamu bisa menelusuri barang mana yang mencurigakan dan lebih hati hati menerima buyback dari sumber yang sama.

Simpan bukti setorannya

Minta tanda terima bertanggal dari tukang lebur yang memuat berat kotor per kelompok kadar dan nama penyetor. Foto barang di atas timbangan sebelum dibungkus. Waktu bahan kembali, minta catatan hasil uji kadar dan berat bersih di kertas yang sama. Catatan ini yang menyelamatkan kamu kalau suatu saat angka susutnya dipertanyakan karyawan, mitra, atau kamu sendiri.

Ringkasnya

Emas lebur adalah perhiasan bekas yang dicairkan jadi bahan. Nilainya ditentukan berat bersih dan kadar hasil uji setelah dilebur, cap awalnya sudah tidak berlaku. Besarnya susut tergantung banyaknya patri, batu, dan kotoran di barang, jadi minta tukang lebur menjelaskan angkanya. Catat berat keluar, hasil uji, susut, dan bahan kembali sebagai transaksi tersendiri supaya stok tidak selisih.

Di Jemari Point, barang yang dikirim lebur bisa dikeluarkan dari stok dengan alasan yang tercatat, lalu bahan yang kembali dimasukkan lagi dengan kadar hasil uji, jadi opname berikutnya tidak perlu menebak. Lihat halaman fitur atau tanya lewat WhatsApp.

Ingin Toko Emas Anda Tercatat Lebih Rapi?

Trial gratis 14 hari, disiapkan dan didampingi langsung oleh tim Jemari

Artikel Terkait

Temukan lebih banyak tips dan trik untuk bisnis toko emas Anda

Cara Buka Toko Emas Tanpa Modal: Mana yang Masuk Akal
Bisnis

Cara Buka Toko Emas Tanpa Modal: Mana yang Masuk Akal

Kalau yang dicari adalah cara buka toko emas dengan modal nol rupiah, jawaban jujurnya tidak ada. Em...

Baca Selengkapnya
Cara Buka Toko Emas: Modal, Izin, dan Persiapan Awal
Bisnis

Cara Buka Toko Emas: Modal, Izin, dan Persiapan Awal

Tiga pertanyaan ini hampir selalu muncul dari orang yang mau buka toko emas: modalnya berapa, izinny...

Baca Selengkapnya
Kode Emas 375, 420, 700, 750, 916: Arti Kadar dan Pengaruhnya ke Harga Jual
Bisnis

Kode Emas 375, 420, 700, 750, 916: Arti Kadar dan Pengaruhnya ke Harga Jual

Coba perhatikan bagian dalam cincin atau kepala kalung emas milikmu. Hampir selalu ada angka kecil t...

Baca Selengkapnya