Selisih stok di toko emas hampir tidak pernah muncul sebagai satu kejadian besar. Bentuknya biasanya kecil dan berulang: 0,05 gram di sini, satu cincin yang tidak ketemu di sana, lalu di akhir bulan angkanya sudah cukup untuk bikin malam tidak nyenyak. Reaksi pertama yang paling sering terjadi adalah mencurigai orang. Reaksi itu hampir selalu salah urutan.
Tiga sumber selisih yang paling sering
Dari pengalaman mendampingi toko, selisih datang dari tiga tempat ini, dan urutannya dari yang paling sering.
1. Barang berpindah tanpa catatan
Cincin dibawa ke tukang untuk diperbaiki, gelang dipinjam untuk difoto, kalung dititipkan ke cabang. Barangnya memang tidak hilang, cuma tidak ada di etalase, dan tidak ada yang mencatat perpindahannya. Waktu dihitung, dia dianggap hilang.
2. Berat yang berubah karena kejadian wajar
Perhiasan yang dicuci atau dipoles beratnya turun. Barang tukar tambah yang masuk dengan batu dan bandulan, lalu ditimbang ulang tanpa batu, beratnya juga turun. Kalau berat masuk dan berat keluar dicatat dengan cara yang berbeda, selisihnya kelihatan seperti kehilangan.
3. Salah tulis
1,94 ditulis 1,49. Kode barang tertukar dengan barang di sebelahnya. Nota tukar tambah cuma mencatat barang baru yang keluar, barang lama yang masuk terlupa. Ini yang paling membosankan, dan paling sering.
Kecurangan ada di urutan keempat. Memang pernah terjadi, tapi kalau tiga yang di atas belum dibereskan, kamu tidak bisa membedakan mana yang curang dan mana yang salah tulis.
Cara mencari penyebabnya

Tentukan dulu selisihnya di mana
Selisih gram total tidak banyak bercerita. Pecah per kadar, lalu per jenis barang. Selisih yang menumpuk di satu kadar biasanya soal timbangan atau cara menimbang. Selisih yang tersebar di banyak jenis biasanya soal pencatatan.
Cocokkan jumlah potong sebelum gram
Hitung jumlah potongnya lebih dulu. Kalau jumlah potong cocok tapi gramnya selisih, masalahnya di berat. Kalau jumlah potongnya sudah tidak cocok, cari barang itu dulu sebelum menghitung apa pun.
Telusuri barang yang keluar sementara
Tanya tiga tempat: tukang, cabang, dan laci pemilik. Sebagian besar barang yang dikira hilang ketemu di salah satunya.
Baru periksa transaksinya
Ambil nota di rentang tanggal selisihnya. Cari nota tukar tambah yang cuma mencatat satu arah, nota buyback yang beratnya ditulis kotor, dan nota yang nomornya melompat.
Supaya tidak terulang
- Setiap barang yang keluar sementara dicatat, sekalipun cuma ke tukang di sebelah.
- Berat selalu dicatat dalam keadaan yang sama, bersih tanpa batu.
- Barang masuk dari tukar tambah dicatat sebagai barang masuk, dengan nota sendiri.
- Opname kecil tiap minggu untuk satu etalase, jangan menunggu akhir bulan untuk semuanya.
Kalau catatan masuk dan keluarnya sudah rapi, selisih yang tersisa jadi jauh lebih kecil, dan yang tersisa itu yang pantas ditelusuri sampai ke orangnya. Jemari Point mencatat setiap perpindahan barang, termasuk yang ke tukang, sehingga selisihnya kelihatan hari itu juga. Cara kerjanya ada di halaman fitur, atau tanya lewat WhatsApp.