Toko emas mengecek emas asli atau palsu dengan lima alat: magnet, cap kadar, batu uji dan air uji, timbangan, dan XRF kalau masih ragu. Cara populer seperti digigit, direndam air, atau ditetesi cuka hampir tidak pernah dipakai di balik etalase karena hasilnya tidak bisa dipegang, dan sebagian malah merusak barang.
Kenapa cara yang beredar di internet sering tidak bisa diandalkan
Kalau kamu mengetik "cek emas asli" di Google, hasilnya rata rata daftar 7 sampai 10 cara rumahan. Sebagian benar sebagai saringan kasar, tapi hampir semuanya cuma menjawab satu pertanyaan: ini emas atau sama sekali tidak mengandung emas. Padahal yang bikin orang rugi di lapangan jarang sekali emas imitasi dari kuningan polos. Yang lebih sering terjadi: emas asli tapi kadarnya jauh di bawah yang dijanjikan, atau logam lain yang dilapisi emas cukup tebal.
Tes rumahan tidak bisa membedakan dua kasus itu. Karena itu toko emas tidak mengandalkannya.
Apakah emas palsu mengapung di air?
Emas palsu tidak mengapung. Logam yang biasa dipakai untuk meniru emas, misalnya kuningan, tembaga, atau perak berlapis emas, semuanya tenggelam. Jadi kalau perhiasanmu tenggelam, itu belum membuktikan apa pun. Yang benar secara fisika adalah membandingkan massa jenisnya. Emas murni punya massa jenis sekitar 19,3 gram per sentimeter kubik menurut artikel Pegadaian, dan makin rendah kadarnya makin ringan pula per volumenya. Masalahnya, mengukur volume perhiasan kecil dan berongga pakai gelas air di rumah hasilnya kasar sekali. Toko pun jarang memakainya untuk perhiasan; cara ini lebih berguna untuk emas batangan yang bentuknya rapi.
Digigit, cuka, dan keramik
- Digigit. Emas murni memang lunak, tapi perhiasan 375 atau 750 jauh lebih keras karena campuran logamnya, sedangkan timah berlapis emas juga lunak. Yang tersisa cuma bekas gigitan yang menurunkan harga buyback.
- Cuka. Asamnya jauh lebih lemah daripada air uji di toko, jadi logam berlapis emas yang cukup tebal bisa lolos begitu saja.
- Keramik tanpa glasir. Emas asli memang meninggalkan garis kuning, tapi lapisan emas yang cukup tebal juga begitu, dan barangmu sudah telanjur tergores. Prinsipnya sama dengan batu uji di toko, cuma tanpa tahap kedua yang justru menentukan: tetes air uji.
Yang benar benar dipakai toko emas

1. Magnet, sebagai saringan awal
Emas tidak tertarik magnet. Kalau perhiasan menempel kuat, hampir pasti isinya besi atau baja. Tapi lolos magnet belum berarti emas, karena kuningan dan tembaga juga tidak menempel. Jadi magnet cuma menyingkirkan tiruan yang paling kasar.
Perhatikan juga kait kalung dan per pada bros. Bagian itu sering memakai baja pegas, jadi kait yang menempel tidak otomatis berarti seluruh perhiasan palsu.
2. Cek cap kadar dan cap toko
Kode emas dilihat di mana? Di bagian yang tidak terlihat waktu dipakai: sisi dalam ring cincin, dekat pengait kalung atau gelang, atau di belakang liontin dan anting. Angkanya 375, 420, 700, 750, 875, 916, atau 999, artinya kandungan emas per seribu bagian. Cap 750 berarti 75 persen emas. Toko biasanya menambahkan cap kodenya sendiri di sebelah angka kadar. Arti tiap angka dan pengaruhnya ke harga jual dibahas lengkap di kode emas 375, 420, 700, 750, 916.
Tapi cap saja tidak cukup. Cap dibuat dengan stempel baja yang bisa dibeli siapa saja, jadi barang berlapis pun bisa punya cap 750. Cap juga bisa aus atau memang dipalsukan. Di toko, cap dianggap klaim awal yang masih harus dibuktikan lewat uji.
Cap toko punya arti praktis waktu kamu menjual lagi. Toko percaya pada cap tokonya sendiri karena tahu campuran emas yang dia pakai, jadi barang bercap sendiri biasanya diuji sekilas dan potongannya lebih kecil. Barang dari toko lain diuji lebih teliti, kadang digores lebih dalam, dan ditawar lebih hati hati. Itu sebabnya menjual ke toko tempat membeli hampir selalu lebih untung.
3. Gores di batu uji, lalu tetes air uji
Ini pegangan utama di kebanyakan toko. Perhiasan digoreskan ke batu hitam kasar yang disebut batu uji sampai meninggalkan garis logam. Garis itu lalu ditetesi air uji, larutan asam nitrat dengan kekuatan berbeda untuk tiap tingkat kadar. Kalau garis hilang atau berubah warna, logamnya bereaksi, artinya kadarnya di bawah larutan yang dipakai. Kalau garis tetap utuh, kadarnya minimal setingkat itu. Penjaga toko yang berpengalaman juga membandingkan warna garis dengan garis dari jarum uji yang kadarnya sudah diketahui.
Kelemahannya, hasilnya bergantung pada mata dan pengalaman orangnya. Yang keluar berupa rentang, misalnya garis bertahan di air uji 700 tapi hilang di 750, jadi angka persisnya tetap perkiraan. Uji ini juga cuma membaca permukaan. Barang berlapis tebal bisa lolos kalau goresannya dangkal, makanya penjaga toko yang teliti menggores agak dalam di bagian yang tersembunyi, misalnya sisi dalam cincin.
4. Timbang, lalu bandingkan dengan ukurannya
Toko menimbang setiap barang yang masuk dengan timbangan ketelitian 0,01 gram. Beratnya dibandingkan dengan dua hal: angka di nota atau sertifikat, dan ukuran fisik barangnya. Penjaga yang tiap hari pegang emas tahu kira kira berat cincin polos untuk ukuran tertentu. Kalau cincin terasa terlalu ringan untuk ukurannya, kemungkinan berongga atau logam di dalamnya lebih ringan dari emas. Emas batangan lebih gampang lagi, berat dan dimensinya tercetak, jadi selisih sedikit saja langsung ketahuan.
5. XRF di toko besar atau tempat uji
Alat XRF menembakkan sinar X ke permukaan logam dan membaca komposisinya dalam hitungan detik tanpa menggores. Hasilnya berupa persentase emas, perak, tembaga, dan logam lain. Toko besar, pabrik perhiasan, dan laboratorium seperti Pegadaian G-Lab memakainya. Pegadaian menyebut XRF sebagai cara cek kadar paling akurat tanpa merusak perhiasan. Laporan uji perhiasan di G-Lab dimulai dari sekitar Rp100.000 saat artikel ini ditulis, menurut artikel Pegadaian soal sertifikasi emas; tarif terbarunya bisa dicek di situs yang sama.
Catatannya, XRF juga membaca lapisan luar. Untuk barang yang dicurigai berisi logam lain di dalam, penguji biasanya menggabungkannya dengan timbang dan hitung massa jenis, atau untuk batangan, memotong sampelnya.

Asli tapi tetap mengecewakan: ini soal kadar
Di sinilah kebanyakan kekecewaan terjadi. Emas 375 itu emas asli. Lolos magnet, lolos batu uji dengan air uji yang sesuai, capnya pun benar. Tapi kandungan emasnya cuma 37,5 persen, sisanya tembaga dan perak. Kalau kamu membelinya dengan harga emas 750, kerugianmu ada di kadar: kamu membayar 75 persen emas dan menerima 37,5 persen. Waktu dijual lagi, toko mengujinya, menemukan 375, dan menawar sesuai kadar itu. Selisihnya bisa separuh harga.
Kasus lain yang sering: barang dicap 700 tapi hasil uji menunjukkan 420 atau lebih rendah. Ini alasan toko yang rapi selalu menguji barang buyback walaupun ada notanya, dan alasan keluhan soal berat dan kadar paling sering muncul di meja buyback. Cara toko menghadapinya ada di komplain pelanggan toko emas soal berat dan kadar.
Cara cek emas asli di rumah: yang aman cuma tiga
Jujurnya, di rumah kamu cuma bisa melakukan tiga hal yang aman: tempelkan magnet, baca capnya, dan timbang kalau punya timbangan digital ketelitian 0,01 gram lalu bandingkan dengan nota. Ketiganya menyaring emas imitasi kasar. Untuk tahu kadar, kamu tetap harus ke toko atau tempat uji. Jangan menggores atau menggigit sendiri, bekasnya mengurangi harga jual dan tidak memberi jawaban yang pasti.
Langkah praktis waktu membeli
- Minta uji di depan mata. Minta penjaga toko menggores dan menetesi air uji di depanmu, atau menunjukkan hasil XRF kalau tokonya punya. Toko yang yakin dengan barangnya tidak keberatan.
- Minta nota yang menyebut kadar dan berat. Nota yang cuma menulis "cincin 1 buah" dan harga tidak cukup. Harus ada kadar (misalnya 750), berat dalam gram dua desimal, dan nama toko. Nota inilah pegangan kalau nanti ada selisih waktu dijual.
- Bandingkan harga per gram dengan kadarnya. Emas 375 wajar jauh lebih murah per gram daripada 750. Kalau harga per gram terlalu murah untuk kadar yang diklaim, itu tanda untuk curiga.
- Uji ke toko lain kalau ragu. Sebagian toko menerima jasa cek dengan biaya kecil, atau bawa ke Pegadaian. Lakukan segera setelah beli, jangan menunggu bertahun tahun.
Urutan transaksi yang aman dari sisi pembeli maupun toko ada di cara jual beli emas di toko.
Ringkasnya
Toko emas mengecek keaslian dengan magnet, cap kadar, batu uji dan air uji, timbangan, dan XRF kalau ada. Cara digigit, direndam air, atau ditetesi cuka tidak dipakai karena tidak menjawab pertanyaan yang penting: berapa kadarnya. Emas asli berkadar rendah lebih sering merugikan daripada emas palsu, jadi minta uji di depan mata dan nota yang mencantumkan kadar serta berat.
Kalau kamu pemilik toko emas, kadar hasil uji dan berat yang tercatat di setiap nota adalah pelindung terbaik saat pelanggan kembali dengan keluhan. Jemari Point menyimpan kadar, berat, dan petugas di tiap nota supaya riwayatnya bisa dibuka kapan saja. Lihat halaman fitur atau tanya lewat WhatsApp.