Emas muda adalah sebutan pedagang untuk perhiasan berkadar di bawah sekitar 70 persen, biasanya berkode 300, 375, atau 420. Emas tua adalah perhiasan berkadar 70 persen ke atas, seperti kode 700, 750, 875, dan 916. Bedanya terasa di empat hal: warna, kekerasan, harga beli per gram, dan berapa uang yang kembali waktu dijual lagi.
Batas 70 persen itu kebiasaan dagang
Angka 70 persen dipakai banyak toko: emas muda kadarnya di bawah 70 persen, emas tua di atasnya. Situs Pegadaian memakai batas yang sama, walau contoh emas tua yang dia sebut adalah emas 24 karat. Angkanya juga tidak seragam. Situs Treasury misalnya menyebut kadar 70 sampai 80 persen pun masih tergolong emas muda, jadi kalau kamu dengar dua toko menyebut barang yang sama dengan nama berbeda, itu wajar.
Di standar resmi, sebutan ini malah tidak ada. SNI 8880:2020 tentang barang emas mengatur kadar dari 8 sampai 24 karat dan hanya memakai angka. Menurut situs BSN, standar itu menggabungkan dua SNI lama, salah satunya SNI 13-3771-1995 tentang barang-barang emas muda. Di SNI yang baru, yang dipakai cuma angka karat dan persen, misalnya 17 karat untuk kadar 70,83 sampai 74,99 persen.
Jadi yang perlu kamu pegang adalah angka kadarnya. Sebutan muda atau tua cuma nama panggilan di pasar. Arti tiap kode kadar sudah dibahas di kode emas 375, 420, 700, 750, 916. Singkatnya, angka itu adalah kandungan emas per seribu bagian: kode 375 berarti 37,5 persen emas, kode 750 berarti 75 persen emas.
Apakah emas muda itu emas asli?
Asli. Cincin berkode 375 memang mengandung emas 37,5 persen, sisanya perak, tembaga, atau seng yang sengaja dicampur. Bedanya dengan imitasi jelas: imitasi tidak mengandung emas sama sekali. Jadi emas muda tetap laku dijual kembali dan tetap bisa digadaikan, hanya nilainya mengikuti kadarnya.
Bedanya satu per satu

Warna
Emas tua warnanya kuning pekat. Makin rendah kadarnya, warna kuningnya makin pucat karena campuran logamnya makin banyak. Emas muda sering disepuh supaya di etalase kelihatan sama cerahnya dengan emas tua, dan sepuhan itu yang lama lama pudar. Ini alasan cincin 375 yang dipakai setiap hari bisa berubah kusam dalam beberapa bulan, sementara gelang 750 tetap kuning walau lecet.
Kekerasan dan ketahanan
Emas murni itu lunak. Campuran logam membuat emas muda lebih keras, jadi lebih tahan bengkok dan tahan gores. Cincin tipis yang dipakai sambil cuci piring atau angkat barang lebih awet bentuknya kalau emas muda. Tapi ada gantinya: lebih gampang menghitam kena keringat dan bahan kimia, dan kalau patah, tukang reparasi lebih repot menyambungnya karena campurannya beda beda.
Harga beli per gram
Harga emas di toko dihitung dari kadar dikali harga acuan hari itu, lalu ditambah ongkos pembuatan. Contoh, kalau harga acuan emas murni Rp2.000.000 per gram, nilai emas kode 375 sekitar Rp750.000 per gram, kode 750 sekitar Rp1.500.000 per gram. Angka ini contoh saja, karena acuannya berubah tiap hari. Kalau mau hitung dengan harga hari ini, pakai kalkulator emas.
Jadi kalau kamu cari berapa harga 1 gram emas muda, jawabannya tidak ada satu angka tetap. Kode 300, 375, dan 420 punya harga berbeda, dan tiap toko menambah ongkos pembuatan yang berbeda pula. Cara toko menyusun harga jualnya dibahas di cara menghitung harga jual emas per gram di toko.
Nilai jual kembali
Ini bagian yang paling sering bikin kaget. Waktu kamu jual lagi, toko hanya menghitung emasnya: kadar hasil uji dikali harga acuan hari itu, dikurangi potongan. Ongkos pembuatan yang dulu kamu bayar tidak dihitung, karena bagi toko itu biaya tukang, dan modelnya belum tentu laku lagi.

Pada emas muda, ongkos pembuatan porsinya besar dibanding nilai emasnya. Misal cincin 375 seberat 2 gram: nilai emasnya Rp1.500.000, ongkos bikin Rp200.000, kamu bayar Rp1.700.000. Dijual lagi dengan potongan 15 persen, yang kembali sekitar Rp1.275.000, atau 75 persen dari uangmu.
Bandingkan dengan cincin 750 seberat sama: nilai emas Rp3.000.000, ongkos bikin sama Rp200.000, kamu bayar Rp3.200.000. Dijual lagi dengan potongan 10 persen, yang kembali Rp2.700.000, atau sekitar 84 persen. Semua angka di sini contoh, tapi polanya begitu di hampir semua toko: makin rendah kadar, makin besar porsi uang yang tidak kembali.
Bagusan mana: tergantung mau dipakai atau disimpan
Kalau tujuannya dipakai tiap hari, sering ganti model, dan anggarannya terbatas, emas muda masuk akal. Harganya lebih ringan, bentuknya awet, dan kalau hilang atau rusak tidak terlalu sakit. Anggap saja dia perhiasan, dengan sisa nilai yang masih bisa dijual.
Kalau tujuannya menyimpan nilai, sekaligus dipakai sesekali, pilih emas tua. Makin tinggi kadar, makin besar porsi uangmu yang tersimpan di emasnya, dan makin kecil yang hilang di ongkos pembuatan dan potongan. Kalung 750 atau gelang 916 dengan model sederhana biasanya paling enak dijual lagi.
Kekurangan emas muda kalau dirangkum: nilai jual kembali paling rendah, warna gampang pudar, dan sebagian toko memasang potongan buyback lebih besar untuk kadar rendah. Kelebihannya: murah, keras, modelnya banyak.
Dari balik etalase
Kenapa toko sering menawarkan emas muda untuk model tertentu
Model yang ramai, tipis, atau banyak lekukan lebih gampang dibuat dari emas muda karena bahannya keras dan tidak mudah penyok. Ongkos bikinnya juga bisa dipasang lebih tinggi karena harga dasarnya rendah, jadi pelanggan tidak merasa mahal. Emas muda juga sering dihargai per buah, jadi pembeli tidak sadar berapa harga per gramnya.
Pramuniaga yang jujur akan bilang ini emas muda dari awal. Kalau kamu ditawari model bagus dengan harga jauh di bawah kode 750, tanya kadarnya, beratnya, dan harga per gramnya sebelum jatuh hati.
Kenapa nota harus mencantumkan kadar
Sebutan emas muda tidak cukup di nota, karena kode 300 dan 420 dua duanya disebut emas muda, padahal kandungan emas kode 420 sekitar 40 persen lebih banyak daripada kode 300. Situs Pegadaian pun menyarankan menyimpan surat pembelian yang memuat kadar, berat, dan tanggal beli. Waktu dijual lagi, nota dengan angka kadar itu yang menghentikan perdebatan. Minimal yang harus ada di nota:
- Angka kadar, misalnya 375, jangan cuma tulisan emas muda
- Berat bersih dalam gram
- Harga acuan per gram hari itu
- Ongkos pembuatan ditulis terpisah
- Tanggal beli dan nama toko
Kalau nota cuma menulis "cincin emas 2 gram" tanpa kadar, toko yang menerima buyback akan menguji sendiri, dan hasil ujinya yang dipakai. Sering hasilnya lebih rendah dari yang kamu ingat, dan tidak ada bukti untuk membantah. Dari sisi toko, nota yang jelas mengurangi keributan seperti yang dibahas di komplain pelanggan soal berat dan kadar.
Ada alasan lain kenapa toko asal memotong lebih ringan kalau kamu bawa nota. Toko tahu kadar barangnya sendiri, jadi tidak perlu menguji ulang dan tidak perlu berjaga jaga dengan potongan besar. Tanpa nota, kamu diperlakukan seperti orang asing yang bawa barang tak dikenal, walau belinya di toko itu juga.
Kenapa buyback emas muda sering mengecewakan
Dua sebabnya sudah kelihatan di hitungan tadi: nilai emasnya kecil dan ongkos bikinnya hangus. Sebab ketiga jarang disebut: emas muda yang masuk ke toko biasanya tidak bisa langsung dipajang lagi, harus dilebur dan dimurnikan dulu, dan ongkos lebur itu dibebankan lewat potongan yang lebih dalam. Toko lain di luar toko asal biasanya memotong lebih dalam lagi, jadi jual kembali ke toko tempat beli hampir selalu lebih baik.
Ringkasnya
Emas muda kadarnya di bawah sekitar 70 persen, emas tua 70 persen ke atas, dan batas itu kebiasaan dagang yang tidak ada di standar resmi. Emas muda menang di harga, kekerasan, dan pilihan model. Emas tua menang di warna dan nilai jual kembali. Pilih sesuai tujuan, dan apa pun pilihannya, pastikan angka kadar tertulis di nota.
Kalau kamu pemilik toko emas dan sering ribut soal kadar waktu pelanggan datang menjual, coba lihat Jemari Point. Kadar, berat, dan harga acuan tercetak otomatis di tiap nota, dan nota lama bisa dibuka kapan saja. Lihat halaman fitur atau tanya lewat WhatsApp.