Harga buyback emas hampir selalu lebih rendah dari harga beli di hari yang sama. Untuk logam mulia bersertifikat, selisihnya lazim 2 sampai 8 persen, dalam praktik bisa mendekati 10 persen. Untuk perhiasan, potongannya tergantung tempat jual: di toko asal dengan nota lazim cuma puluhan ribu rupiah per gram, di toko lain atau tanpa nota sering 10 sampai 20 persen, karena ongkos pembuatan tidak dihitung lagi.
Kalau yang kamu cari harga hari ini, cek di halaman harga buyback emas. Di bawah ini alasan kenapa angkanya begitu dan cara menghitungnya sendiri sebelum ke toko.
Kenapa harga buyback emas lebih murah dari harga beli
Waktu kamu beli emas, harga yang kamu bayar sudah berisi biaya cetak, sertifikat, distribusi, dan margin penjual. Waktu kamu jual balik, toko cuma membayar emasnya. Biaya yang lain tidak ikut kembali. Pegadaian menyebut selisih ini spread dan menganggapnya hal normal dalam bisnis emas.
Toko juga menanggung risiko harga. Emas yang dia beli dari kamu hari ini mungkin baru laku lagi minggu depan. Kalau harga emas turun di antaranya, toko yang rugi. Selisih itu jadi bantalan supaya toko tetap bisa membeli emas dari siapa saja tiap hari.
Untuk perhiasan ada satu lagi: ongkos pembuatan. Waktu membeli cincin atau gelang, kamu membayar emasnya plus ongkos tukang. Waktu perhiasan itu dijual balik, toko menghargai emasnya saja. Dalam liputan detikFinance, penanggung jawab sebuah toko emas menyebut ongkos pembuatan yang hilang ini bisa Rp50.000 sampai Rp70.000 per gram, tergantung model.
Berapa persen selisih yang lazim
Logam mulia bersertifikat
Untuk emas batangan bersertifikat seperti Antam, selisih yang wajar menurut panduan Pandai Emas ada di 2 sampai 8 persen. Dalam praktik bisa lebih lebar. Pluang mencatat pada Juli 2026 selisih harga jual dan buyback Antam 1 gram sekitar 10 persen. Pecahan kecil biasanya selisihnya lebih lebar daripada pecahan besar.
Satu hal yang sering luput: menurut situs Direktorat Jenderal Pajak, mengacu PMK 34/PMK.010/2017, buyback emas batangan di atas Rp10.000.000 dipotong PPh Pasal 22 sebesar 1,5 persen kalau punya NPWP dan 3 persen kalau tidak. Aturannya dibahas lebih lengkap di pajak toko emas: PPN 1,1% dan PPh Pasal 22.
Perhiasan
Perhiasan lebih beragam karena tiap toko punya kebijakan sendiri. Pandai Emas menyebut selisih perhiasan 5 sampai 15 persen dari harga pasar, dan di atas 20 persen sudah tergolong tinggi. Raja Emas Indonesia menjelaskan dua skema yang umum: toko asal memberi harga sesuai surat dengan potongan sekitar Rp20.000 sampai Rp30.000 per gram, sedangkan toko lain mengikuti harga hari itu dengan potongan mulai 10 persen dan naik kalau tanpa surat. Tanpa surat di toko lain, potongan 10 sampai 20 persen lazim, kadang lebih kalau kadarnya meragukan.

Apa yang menentukan angka buyback di toko
1. Harga acuan hari itu
Toko memakai harga emas hari itu, biasanya mengacu ke harga buyback produsen atau harga pasar dikurangi margin. Angka ini berubah tiap hari, jadi harga yang kamu lihat kemarin tidak lagi berlaku.
2. Kadar hasil uji dan berat bersih
Toko tidak percaya kode di barang begitu saja. Perhiasan diuji, dan kadar hasil uji itulah yang dipakai. Kadar 700 dihargai 70 persen dari harga emas murni, dan beberapa toko mengurangi sedikit lagi untuk patri dan sambungan, karena bagian itu kadarnya lebih rendah dari badan perhiasan. Arti tiap kode dijelaskan di kode emas 375, 420, 700, 750, 916.
Yang ditimbang juga cuma emasnya. Batu, mata cincin, dan pengait baja tidak dihitung, jadi toko mengurangi taksiran beratnya atau melepas batunya dulu. Cincin yang di nota tertulis 3 gram bisa dihargai 2,4 gram kalau batunya besar, dan ini yang paling sering bikin pelanggan kaget.
3. Ongkos pembuatan yang hilang
Ongkos tukang tidak ikut dihargai. Makin rumit modelnya, makin besar bagian harga beli yang tidak kembali. Ini sebabnya perhiasan yang dijual beberapa bulan setelah beli sering masih rugi, kecuali harga emas sudah naik cukup jauh untuk menutup ongkos itu.
4. Surat, nota, atau sertifikat
Dengan nota atau sertifikat, toko tahu asal barang, kadarnya tercatat, dan pengujiannya singkat. Tanpa surat, toko harus menguji ulang, memasang potongan lebih besar untuk menutup risiko, atau menolak sama sekali. Untuk logam mulia, sertifikat yang hilang atau kemasan yang sudah terbuka juga mengurangi harga.
Nota dari toko lain tetap diuji ulang, karena tiap toko punya standar kadar sendiri. Kadar 700 di nota toko sebelah bisa keluar 650 waktu diuji di sini, dan toko mengikuti hasil ujinya sendiri. Nota toko lain tetap membantu, cuma tidak sekuat nota toko asal.
5. Kondisi barang
Penyok, patah, rantai putus, atau batu yang hilang menurunkan nilai. Toko harus memperbaiki dulu sebelum bisa memajangnya lagi, dan biaya itu dibebankan ke harga beli.
6. Model masih laku atau harus dilebur
Kalau modelnya masih dicari, toko cukup memoles dan memajang ulang. Kalau modelnya sudah kuno, barang dilebur. Peleburan ada susutnya, dan Pegadaian menyebut biaya pemurnian ulang bisa sekitar Rp10.000 per gram. Semua itu masuk potongan.
Cara menghitung buyback sendiri sebelum ke toko
Rumus dasarnya: berat bersih dikali kadar dikali harga acuan hari itu, lalu dikurangi potongan toko. Angka di bawah ini cuma contoh supaya hitungannya gampang diikuti.

Contoh logam mulia
Kamu punya Antam 3 gram dengan sertifikat lengkap. Harga buyback produsen hari itu, sebagai contoh, Rp2.300.000 per gram. Perkiraan nilai buyback: 3 × Rp2.300.000 = Rp6.900.000. Karena di bawah Rp10.000.000, tidak ada potongan PPh 22. Kalau yang dijual 5 gram, nilainya Rp11.500.000 dan lewat jalur resmi kena PPh 22, yaitu 1,5 persen atau Rp172.500 kalau punya NPWP.
Kalau dijual ke toko emas biasa, angkanya biasanya sedikit di bawah buyback produsen, karena toko masih harus menjualnya lagi ke grosir atau menunggu pembeli berikutnya.
Contoh perhiasan
Kamu punya gelang, hasil uji kadar 700, berat bersih 10 gram. Harga emas murni acuan hari itu, contohnya, Rp2.500.000 per gram.
- Nilai emas per gram: 70 persen × Rp2.500.000 = Rp1.750.000
- Nilai emas gelang: 10 × Rp1.750.000 = Rp17.500.000
- Dijual ke toko asal dengan surat, potongan Rp30.000 per gram: Rp17.500.000 dikurangi Rp300.000 = Rp17.200.000
- Dijual ke toko lain dengan surat, potongan 10 persen: Rp15.750.000
- Dijual ke toko lain tanpa surat, potongan 20 persen: Rp14.000.000
Selisih sampai Rp3.200.000 itu hanya dari surat dan tempat menjual, barangnya sama persis. Dalam praktik toko asal sering memakai harga di nota sebagai dasar. Di contoh ini dasarnya disamakan dengan harga hari itu supaya gampang dibandingkan. Cara toko menyusun harga per gram dari sisi sebaliknya dibahas di cara menghitung harga jual emas per gram di toko.
Kenapa buyback di toko tempat beli biasanya lebih baik
Toko asal mengenal barangnya. Kadar dan beratnya sudah tercatat di nota, jadi tidak perlu uji panjang dan tidak ada kecurigaan soal keaslian. Modelnya juga model yang dia jual sendiri, tinggal dipoles dan dipajang lagi tanpa dilebur. Karena itu banyak toko memasang potongan tetap per gram untuk barang sendiri, jauh lebih ringan daripada potongan persen untuk barang dari luar.
Kalau tujuanmu ganti model, tukar tambah di toko asal biasanya lebih ringan lagi daripada jual lalu beli baru. Hitungannya ada di cara menghitung tukar tambah emas di toko.
Kalau kamu pemilik toko: cara menjelaskannya ke pelanggan
Pelanggan kaget biasanya karena tidak tahu komponennya, padahal angkanya wajar. Tunjukkan harga acuan hari itu, uji kadar di depan dia, timbang di depan dia, lalu sebutkan potongan satu per satu: kadar, berat batu yang tidak dihitung, ongkos yang hilang, kondisi barang. Tulis semuanya di nota buyback supaya kalau dia kembali bulan depan, hitungannya bisa diulang persis.
Ringkasnya
Harga buyback emas lebih rendah karena biaya cetak, ongkos pembuatan, dan risiko harga tidak ikut kembali waktu barang dijual. Logam mulia bersertifikat lazim dipotong 2 sampai 8 persen, perhiasan mulai puluhan ribu per gram di toko asal sampai 10 sampai 20 persen di toko lain, dan surat lengkap plus toko asal adalah dua hal yang paling mengecilkan potongan. Hitung dulu perkiraanmu dengan rumus di atas supaya tidak kaget di depan etalase.
Kalau kamu pemilik toko emas dan sering harus menjelaskan hitungan buyback ke pelanggan, Jemari Point mencatat kadar uji, berat, harga acuan, dan potongan di tiap nota buyback, jadi angkanya bisa dibuka dan dijelaskan ulang kapan saja. Lihat halaman fitur atau tanya lewat WhatsApp.