Jual beli emas di toko berjalan aman kalau tiga hal disepakati di depan sebelum barang berpindah tangan: kadar hasil uji, berat bersih setelah batu dilepas, dan harga acuan yang berlaku hari itu. Sesudahnya semuanya ditulis di nota, dan dua pihak sama sama pegang salinan.
Artikel ini ditulis dari sisi toko yang melayani, jadi urutannya mengikuti apa yang perlu dikerjakan petugas di balik etalase.
Waktu menjual ke pelanggan
1. Sebutkan kadar dan berat sebelum harga
Pelanggan lebih gampang menerima harga kalau tahu dulu apa yang dia beli. Kadar disebut dengan angkanya, misalnya 375 atau 750, dan beratnya ditimbang di depan dia. Arti tiap kode kadar dibahas terpisah di kode emas 375, 420, 700, 750, 916.
2. Pisahkan harga emas dari ongkos
Harga emas mengikuti pasar, ongkos pembuatan kamu yang tentukan. Waktu keduanya disebut terpisah, pelanggan paham kenapa dua barang dengan berat sama bisa beda harganya.
3. Timbang di depan pelanggan
Timbangan yang dipakai wajib sudah ditera ulang. Selain kewajiban, ini yang membuat angka di nota tidak bisa diperdebatkan belakangan. Ketentuannya ada di tera ulang timbangan toko emas.
4. Tulis notanya lengkap
Kode barang, kadar, berat, harga emas, ongkos, dan nama petugas. Satu salinan untuk pelanggan, satu disimpan toko. Rinciannya dibahas di contoh nota toko emas dan isi yang wajib ada.
Waktu membeli dari pelanggan

1. Uji kadarnya sendiri
Kadar hasil uji yang dipakai, dan nota lama cuma jadi rujukan. Barang bisa sudah berpindah tangan beberapa kali sebelum sampai ke tokomu.
2. Lepas batu dan bandulan sebelum menimbang
Yang dibeli emasnya. Berat kotor dan berat bersih disebut terpisah supaya pelanggan melihat sendiri selisihnya dari mana.
3. Sebutkan potongan di depan
Kalau ada potongan jasa atau susut, sebutkan sebelum barang ditimbang. Angka yang muncul belakangan hampir selalu terasa seperti akal akalan, walaupun wajar.
4. Catat identitas penjualnya
Untuk transaksi bernilai besar ini bukan pilihan. Batasan dan kewajiban lapornya ada di kewajiban lapor PPATK untuk toko emas.
5. Periksa kondisi barangnya, lalu tulis di nota
Patah, penyok, atau batu yang hilang ditulis apa adanya. Emas patah tetap emas, dan nilainya ditentukan kadar serta beratnya. Menuliskan kondisinya melindungi dua pihak waktu barang itu dibicarakan lagi.
Empat hal yang bikin transaksi jadi ribut
- Kadar disebut belakangan. Pelanggan merasa harganya diturunkan sepihak.
- Berat kotor dipakai sebagai berat bersih. Selisihnya kecil, tapi kepercayaannya yang hilang.
- Potongan muncul di akhir. Sudah dibahas di atas, dan ini penyebab paling sering.
- Nota tanpa kadar. Waktu barang dibawa kembali, dua duanya tidak pegang bukti.
Sesudah transaksi selesai
Satu transaksi menggerakkan tiga hal sekaligus: stok berubah, kas berubah, dan laporan harian bertambah. Kalau ketiganya dicatat manual di tempat berbeda, angka yang sama disalin tiga kali, dan di situ selisih mulai lahir. Alur lengkapnya dibahas di cara kerja toko emas.
Ringkasnya
Transaksi emas yang aman itu transaksi yang bisa dijelaskan ulang enam bulan kemudian tanpa mengandalkan ingatan siapa pun. Sebutkan kadar, berat, dan potongan di depan, timbang di depan pelanggan, lalu tulis semuanya di nota.
Jemari Point mencatat kadar, berat, dan harga di tiap nota penjualan maupun buyback, dan angka yang sama langsung menggerakkan stok serta kas. Kalau mau lihat bentuknya memakai data tokomu sendiri, hubungi kami lewat WhatsApp.